Oleh: subuki | Mei 16, 2010

METODE PENELITIAN

BAB III

METODE PENELITIAN

  1. A. Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data objektif, valid dan reliable dengan tujuan dapat dikemukakan, dibuktikan dan dikembangkan suatu pengetahuan, sehingga dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. (sugiyono 2001 : 1).

Menurut Jujun S. dalam buku Metode Penelitian Administrasi menyatakan bahwa metode ilmuan merupakan gabungan antara pendekatan rasional dan pendekatan empiris. Pendekatan rasional memberikan kerangka berfikir yang koheren dan logis. Pendekatan empiris memberikan pengujian dalam memastikan suatu kebenaran. (sugiyono, 2001 : 1).

  1. B. Definisi Operasional Penelitian

Agar dapat kejelasan secara operasional, maka diperlukan definisi operasional variabel penelitian, yang dimaksud definisi adalah segala sesuatu yang menjadi sabjek dalam penelitian yang diamati. Adapun definisi-definisi operasional dalam penelitian ini antara lain yaitu :

  1. 1. Definisi Operasional Variabel Bebas

Yang dijadikan sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Yang dimaksud dengan pendidikan adalah tinggi rendahnya tahapan pendidikan yang telah dilalui seseorang berdasarkan tingkat perkembangan, tujuan yang akan dicapai dan kemampuan yang dikembangkannya, dengan indikator sebagai berikut :

  1. Pendidikan dan latihan
  2. Promosi
  3. Perpindahan pegawai (mutasi / transfer)
  4. 2. Definisi Operasional Variabel Terikat

Yang dijadikan sebagai variabel terikat dalam penelitian ini adalah gairah kerja. Yang dimaksud dengan gairah kerja adalah hasik kerja yang dicapai seseorang tenaga kerja dalam melaksanakna tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

Ada 2 (dua) aspek yang dijadikan sebagai indikator dalam penelitian ini untuk menentukan gairah kerja karyawan, yaitu :

  1. Kerjasama
  2. Tanggung jawab
  3. Kedisiplinan
  4. Kepemimpinan
  5. Kualitas kerja
  1. C. Metode Pengumpulan Data

Dalam penilitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah :

  1. 1. Metode Angket (Kuesioner)

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. (Arikunto, 2002 : 128). Kuesioner yang digunakan dalam hal ini adalah kuesioner tertutup, yakni kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih dan dijawab secara langsung oleh responden. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dari responden mengenai pengembangan pegawai dan gairah kerja yang ada di Badan Perencanaan Pengembangan Daerah Kabupaten Tanggamus. Selain itu item pertanyaan yang diajukan dan disediakan pula alternative jawaban. Oleh karena itu data angket berupa data kualitatif maka perlu diubah menjadi data kuantitatif dengan menggunakan symbol angka.

Untuk setiap item pertanyaan diberi skor satu satu sampai dengan empat, yaitu :

  1. Jawaban A dengan skor nilai 4
  2. Jawaban B dengan skor nilai 3
  3. Jawaban C dengan skor nilai 2
  4. Jawaban D dengan skor nilai 1

Makin sesuai antara jawaban yang diberikan responden dengan jawaban yang diharapkan, maka semakin tinggi skor atau bobot yang diperoleh. Jawaban setiap item instrument tersebut menggunakan skla Likers dalam bentuk pilihan ganda. Dimana skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena social. (Sugiyono, 2001 : 73-74).

  1. 2. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah suatau cara untuk memperoleh data atau informasi tentang hal-hal yang ada kaitannya dengan penelitian, dengan jalan melihat kembali sumber yang lalu baik berupa angka atau keterangan (Arikanto, 2002 : 149). Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk melengkapi data yang berhubungan dengan gambaran umum Badan Perencanaan Pengambangan Daerah Kabupaten Tanggamus yang berupa struktur organisasi, jumlah pegawai dan sejarah Instansi tersebut.

  1. D. Instrumen Penelitian

1. Validitas Instrumen

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatan-tingkatan kevalidan atau kesahihan suatu innstrumen (Arikanto, 2002 : 144 – 145). Instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan, apabila dapat mengungkapkan data variable yang diteliti secara tepat. Dalam penelitian ini validitas yang digunakan adalah vadilitas internal, yakni validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuain antara bagian-bagian instrument secara keseluruhan (Arikunto, 2002 : 147). Dalam penelitian validitas internal dapat digunakan dua cara yakni : analisa faktor dan analisa butir. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisa butir, dimana untuk menguji validitas setiap butir maka skor-skor yang ada pada tiap butir dikoreksikan dengan skor total.

Rumus yang digunakan adalah korelasi Product Moment sebagai berikut :

Keterangan :

= koefisien korelasi

X =  Skor

Y = skor total

N = Jumlah responden (Arikunto, 2002 : 146).

Untuk menguji validittas instrument dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Mengadakan uji coba kepada seluruh responden.
  2. Mengelompokkan item-item dari jawaban ke dalam butir dan jumlah skor total yang diperoleh dari masing-masing responden.
  3. Dari skor yang diperoleh, kemudian dibuat perhitungan validitas.
  4. Mengkonsultasikan hasil tersebut ke dalam table r kritik product moment dengan kaidah keputusan apabila r hitungan > r tabel, maka instrument dikatakan valid. Sebaliknya apabila r hitung < r tabel, maka instrument dikatakan tidak valid dan tidak layak digunakan untuk pengambilan data.

Berdasarkan hasil uji coba validitas instrument dengan menggunakan rumus product moment, dimana N = 20 pada derajat (kesalahan 5% untuk butir soal 1 diperoleh rxy = 0,746 kemudian dikonsultasikan dengan r table sebesar 0,444. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa r hitung > r tabel, sehingga semua butir soal yang ada pada instrument dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian.

2. Reabilitas Instrumen

Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa instrumen cukup dapat dipercaya untuk dipergunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen sudah baik (Arikunto, 2002 : 154). Pada peneliti ini untuk mencari reabilitas instrument menggunakan rumus alpha, karena instrument dalam penelitian ini berbentuk angket yang skornya merupakan rentangan antara 1-4 dan uji validitas menggunakan item total. Rumus alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrument yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya angket atau soal bentuk uraian.

Keterangan :

= Reliabititas instrumen

k        = Banyaknya butir pertanyaan atau soal

= Jumlah varian butir

= Variasi total (Arikanto, 2002 : 171).

Untuk memperoleh jumlah varian butir dicari terlebih dahulu setiap butir, kemudian dijumlahkan. Adapun rumus untuk mencari varians adalah :

Keterangan :

= Varians tiap butir

X  = Jumlah skor

N  = Jumlah responden (Arikunto, 2002 : 172).

Berdasarkan hasil uji coba reliabilitas instrument dengan menggunakan rumus alpha, dimana N = 20 pada derajat (kesalahan 5% diperoleh r11 sebesar 0,960 kemudian dikonsultasikan dengan r table sebesar 0,444. Dengan demikian r hitungan > r tabel, sehingga semua butir soal ada pada instrumen dinyatakan reliable dan dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data.

  1. E. Populasi dan Sampel
    1. a. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto 2002: 108). Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pegawai dan tidak termasuk Kepala Badan Perencanaan Pembenguna daerah Tanggamus. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian populasi karena objek yang akan diteliti berjumlah kurang dari 100 yaitu  53 orang. Pendapat Arikunto  (2002:  112) bahwa jika populasinya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.

  1. b. Sampel

Sampel adalah “sebagian atau wakil populasi yang diteliti”. (Drs Suharsimi Arikunto, 1996: 117).

Dalam penelitian ini semua pegawai yang berjumlah 53 orang diambil sebagai peserta penelitian sehingga sampel penelitian ini adalah populasi.

Tabel 3.1. Daftar Perincian Populasi Penelitian

No Bidang Populasi
1. Bidang Sekretariat 18
2. Bidang Data dan Pelaporan 8
3. Bidang Sosial dan Ekonomi 9
4. Bidang Fisik dan Prasarana 8
5. Bidang Penelitian dan Pengembangan 10
Jumlah 54

Sumber : Data Skunder Jumlah Pegawai di Badan Perencanaan   Pembangauna Daerah Kabupaten Tanggamus.

  1. F. Metode Analisis Data
    1. 1. Teknik Pengelolaan Data

Teknik pengolahan data menggunakan perhitungan komputasi program SPSS (Statistical Product and Service Solutations), yaitu suatu program komputer statistik yang mampu memproses data statistik secara cepat dan tepat, menjadi berbagai output yang dikehendaki para pengambil keputusan.

  1. 2. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus atau aturan-aturan yang ada sesuai dengan pendekatan penelitian. (Arikunto  2002 : 240). Adapun metode analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Teknik Analisis Deskriptif Presentase

Analisis deskripsi presentase ini digunakan untuk mengkaji variable yang ada dalam penelitian ini, yaitu variabel pengembangan pegawai dan variabel gairah kerja pegawai.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan teknik analisis ini yaitu :

1)     Membuat tabel distribusi jawaban angket variabel X dan Y.

2)     Menentukan skor jawaban responden dengan ketentuan skor yang telah ditetapkan.

3)     Menjumlahkan skor jawaban yang diperoleh dari tiap-tiap responden.

4)     Memasukkan skor tersebut ke dalam rumus :

Keterangan :

n = skor yang diperoleh total

N = skor ideal

% = Presentase

  1. Uji Prasyarat Analisis Regresi

1)   Uji Normalitas

Untuk menguji data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak, dalam penelitian ini digunakan statistic Liliefors. Adapun langkah-langkah dalam pengujian ini adalah sebagai berikut :

a)   Data yang diperoleh diubah terlebih dahulu menjadi skor baku dengan rumus :

Keterangan :

Zi = Skor baku

 .  = Rata-rata,

S = Standar deviasi

b)   Dihitung peluang untuk setiap bilangan baku yaitu F (Zi) = P (z ≤  Zi).

c)   Dihitung proposisi Z1, Z2, Z3, … Zn (Z ≤  Zi).

d)   S (Zi) =

e)   Dihitung harga mutlak F (Zi) – S (Zi)

f)     Diambil Lo yaitu nilai terbesar dari |F (Zi) – S (Zi)|

g)   Apabila Lo < L tabel maka data berdistribusi normal. (Sudjana, 1996 : 466 – 476).

2)   Uji Linieritas

Untuk menguji keberartian persamaan regresi dan uji kelinieran garis regresi digunakan analisis varians seperti tabel berikut :

Tabel 3.2. ANAVA untuk Uji Linieritas Regresi

Sumber Variasi Dk Jk KT F
Total N
Reg (a)

Reg (bla)

Residu

1

1

N – 1

JK (a)

JK (alb)

Jkres

JK (a)
Tuna cocok

Kekeliruan

K – 2

n – 2

JK (TC)

JK (E)

(Sudjana, 1996 : 332).

Keterangan :

JK (T)              =

JK (a)               =

JK (bla)            =

JKres               =

JK (E)              =

JK                    = Jumlah kuadrad

DK                   = Derajat kebebasan

KT                   = kuadrad total

Dari tabel di atas sekaligus diperoleh dua hasil yaitu :

a).  Harga F1 =  untuk uji keberartian regresi.

Jika F1  F tabel pada dk pembilang 1 dan dk penyebut (n – 2) dengan taraf signifikansi 5% maka persamaan regresi tersebut dinyatakan signifikan.

b).  Harga F2 = untuk menguji uji kelinieran regresi.

Jika harga F2 < Ftabel pada dk pembilang (k – 2) dan dk (n – 2) dengan taraf signifikansi 5% maka persamaan regresi tersebut dinyatakn linier. Data yang diperoleh dari suatu penelitian harus dianalisis terlebih dahulu secara benar agar dapat ditarik kesimpulan. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan yaitu teknik analisi regresi sederhana.

  1. Analisis Regresi Linier Sederhana

Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi linier sederhana untuk menentukan persamaan regresi antara variabel pengembangan pegawai dengan variabel gairah kerja.

  1. Persaman Regresi Linier Sederhana

Rumus persamaan regresi linier sederhana satu predictor yaitu :

Y = a + bx

Keterangan :

Y  =   Variabel dependen yang diprediksikan (Variabel gairah kerja).

X  = Variabel independen yang mempunyai nilai tertentu (Variabel pengembangan pegawai)

a   =    Bilanagn konstanta

b   =    Koefisien regresi pengembangan pegawai.

Untuk mengetahui harga a dan b dapat dihitung dengan rumus :

a =

b =             (Sudjana, 1996 : 315)

hasil b adalah koefisien arah regresi linier yang digunakan untuk menyatakan perubahan rata-rata variable Y untuk setiap perubahan variable X sebesar satu unit. Jika b positif maka terjadi pertambahan dan jika b negatif maka terjadi penurunan atau pengurangan.

  1. Koefisian Determinasi

Mencari besarnya pengaruh perkembangan pegawai terhadap gairah kerja pegawai dapat dilakukan dengan menggunakan rumus koefisien determinasi, yaitu :

Keterangan :

= Koefisien determinasi

b          = Koefisien regresi X dari persamaan regresi

n          = Jumlah data

X         = Skor variabel X

Y         = Skor variabel Y   (Sudjana, 1996 : 371).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: