Oleh: subuki | April 22, 2010

Renungan Ayat

“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (QS. Al Mu’min: 45-46)

Komentar Pakar Tafsir

Dalam ayat pertama yang berbunyi:

“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang”

Dimaksud adalah siksa kubur dan penafsiran ini disebutkan oleh mayoritas pakar tafsir seperti : Ibnu Katsir, Fakhur Rozi, Ibnu Qoyyim Al-Jauzi, Al-Qurthubi, Asy-Syaukani dalam Faidhul Qodir dan lainya.
Dengan demikian adanya siksa kubur ini tidak saja disebutkan dalam hadist-hadist, namun pula banyak disebutkan oleh redaksi Al-Qur’an meskipun tidak disebut secara gamblang.

Kisah Pribadi
Meninggalnya KH. Abdurahman Wahid, mengingatkan kembali memori saya ketika nyantri di Madrasatul Qur’an Tebuireng 23 tahun yang lalu.
Ada seseorang teman yang bicara seadanya, bahkan cenderung tidak banyak bicara. Dan hal ini membuat saya kesal dan saya sering dibuat marah karena kalau ditanya, tidak menjawab, senyum pun tidak. Dari situ saya jarang menyapanya meskipun sekamar (Di Jatim dan Jateng biasanya santri tinggal dalam satu kamar besar yang bisa menampung 50 orang. Sedangkan di Jawa Barat, santri tinggal di kamar yang menampung dari 3 sampai 7 orang saja yang disebut kobong).
Ketika bulan ramadhan tiba, para santri menyiapkan kitab-kitab yang akan diajikan yang disebut dengan pengajian pasaran, yaitu kitab-kitab seperti Tafsir Jalalain, Riyadhus Salihin, Bulughul Marom, Ihya Ulumudin dll akan dikaji 15 hari saja atau lebih. Bahkan ada kitab wajib yang sering dibaca oleh Almarhum guru kami, yaitu KH. Syamsuri Badhawi, yaitu Kitab Bukhari Muslim. Setiap tahun hanya dibaca dua juz saja. Dua Juz Sahih Muslim, tahun berikutnya juz 1 dan 2 Sahih Bukhari, dan tahun berikutnya juz 3 & 4 sisannya.
Sewaktu ketika menjelang berbuka puasa, tiba-tiba dalam kamar hanya ada saya dan santri pendiam itu. Saya ngerasa ogah duduk bersama dengan dia karena pastinya ngak ada yang bisa dibicarakan. Tapi tiba-tiba dia bicara, yang kisah ini membuat hati saya takut, ngeri, bahkan terbelahak kaget bukan kepalang.

Ini Dia Ceritanya…!!!
Dia bercerita, bahwa bapak yang disanginya telah wafat dan hal itu membuat dirinya sedih dan nestapa. Di bulan ramadhan tahun pertama meninggal bapaknya (maaf kalau tidak salah) , ketika belum nyantri, dia sering membaca Qur’an dari siang hingga berbuka di dekat kuburannya. Hal itu dilakukan setiap hari.
Di hari terakhir bulan ramadhan, dia sengaja hanya membawa air minum saja ke kuburan dengan tujuaa ketika berbuka hanya minum sambil meneruskan baca Al-Qur’an sampai malam dan kalau bisa mengkhatamkannya.
Setelah berbuka, kemudian shalat, dan ketika meneruskan bacaan Qur’an, tiba-tiba terdengar suara gaduh. Dia pikir bahwa suara gaduh itu berasal dari rumah-rumah di sekitar kompek kuburan karena malam itu malam takbiran. Namun suara gaduh itu semakin malam semakin keras. Dia penasaran dan terus mencari tahu dari mana asal suara itu. Namun bacaan terus dilakukan sambil kosentrasi mencari tahu, asal suara-suara itu. Semakin malam, suara- suara itu semakin keras dan bahkan lebih jelas terdengar. Suara itu ternyata jeritan, teriakan, melolong kesakitan seperti dipukul dicambuk, dll. Yang berasal dari kuburan-kuburan!!!!
Dari situ dia mengatakan, karena itulah dia akhirnya jarang bicara karena peristiwa itu.

Inilah yang disebut dengan siksa kubur, sebelun dibangkitkan di Padang Mahsyar nanti (kiamat), para mayit terbujur di alam barzakh atau alam kubur. Disinilah amal, soleh, ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah yang akan menolong si mayit.

Niatkan Untuk Ibumu….!!!

Sekali waktu di siang hari di bulan ramadhan, saya bermiqot umrah di Tan’im. Dalam hati saya berbicara:
” Apa saya niakan untuk saya atau untuk ibu yah???? Akhirnya saya bilang, yah udah untuk saya aja. Kan ibu dah sering saya umrahkan setiap bulannya setiap saya umrah.”

Keluar masjid tiba-tiba saya bertemu dengan sekelompok orang Iran (orang Iran bukan berbahasa Arab). Dan kepala rombongan itu tiba-tiba menoleh kepada saya sambil berkata:

’ tanwi li Ummika (Niatkan untuk ibumu..!!)

Saya heran karena kok bisa dia bahasa arab dan sambil menoleh lagi. Namun kesedihan melanda hati dan saya kembali ke masjid dan meniatkan umrah ini untuk sang ibunda tercinta.
Ingat kisah Ashab Kahfi?? Bagaimana ketaatan kepada orang tua itu berbuah pertolongan Allah…

In Memoriam Gus Dur
Sekali waktu datang Gus Dur ke Tebuireng ketika masih mengepalai Ketua NU. Diadakan tausiyah, ceramah serta nasihat pada malam harinya.Yang dihadiri pula oleh Kyai kharismatik Almarhum Gus Mik, Almarhum KH Adlan Ali, kyai sepuh ahli tarikat dan tokoh tasawuf, Almarhum KH Syamsuri Badhawi, dan ulama lainnya.
Saya melihat tokoh ulama sepuh yang semuanya kharismatik ini sangat menghormati Gus Dur, meskipun usianya jauh di bawah mereka. Ini tampak ketika para ulama ini memberi tempat kepad Gus Dur di depan podium sedangkan mereka di belakangnya.
Inilah tokoh yang sangat terkenal, dari tingkat RT, santri bahkan International.

Doa Terhindar Dari siksa Kubur

Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal

Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal.” (HR. Muslim)

Semoga Allah Swt meluaskan dan menerangi ibu, bapak, saudara dan teman muslim lainnya yang telah wafat.

Ya Allah terimalah amal baik Bapak Abdurahman Wahid..Amiin

Semoga Bermanfaat


Responses

  1. Thank For your comment

  2. Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa indonesia

    Kesimpulan

    Nilai-nilai Pancasila diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri negara, dijadikan sebagai dasar negara RI. Proses cara formal tersebut dilakukan dalam sidang-sidang BPUPKI pertama, bidang panitia 9, sidang BPUPKI kadua, serta akhirnya di sah kan secara yuridis sebagai dasar negara RI.
    Sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk membentuk negara sangat erat kaitannya dengan jati diri bangsa Indonesia. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan serta keadilan. Dalam kenyataannya secara objektif telah dimiliki bangsa Indonesia sejak dahulu kala.

    komentar

    Bahwasanya Pancasila yang disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 merupakan dasar filsafat negara Republik Indonesia, menurut M. Yamin bahwa berdirinya negara kebangsaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan kerajaan-kerajaan yang ada, seperti kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit, sampai datangnya bangsa-bangsa lain ke Indonesia untuk menjajah dan menguasai beratus-ratus tahun lamanya.

    Solusi

    Kita sebagai bangsa indonesia yang majemuk, sebaik nya kita lestarikan budaya kita sendiri , mempertahankan adat istiadat dari bangsa indonesia itu sendiri dengan merawat situs maupun peninggalan kerajaan –kerajaan terdahulu karena berkat mereka lah bangsa indonesia menemukan jati dirinya sebagai bangsa indonesia yang demokrasi , dan kaya akn budaya

  3. Ilmu pengetahuan,teknologi dan seni dalam islam

    Kesimpulan

    Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna, kesempurnaan karena diberi potensi dan ilmu pengetahuan teknologi dan seni yang kita miliki dapat kita kembangkan dengan memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam yang telah diciptakan Allah swt untuk kita. Oleh sebab itu marilah kita menjaga dan melestarikan alam ini agar tidak punah dan tetap berpedoman pada al-Qur’an dan as sunnah sebagai rasa syukur kita kepada Allah swt.

    komentar

    Menurut pendapat saya dengan memiliki ilmu pengetahuan kita pasti bisa menggunakan akal pikiran kita dan tidak akan mengeksploitasi alam ini secara berlebihan paling hanya kebutuhan primernya bukan untuk memenuhi kepuasan hawa nafsu saja. Terlepas dari pada itu kerusakan alam dan lingkungan ini lebih banyak disebabkan karena ulah manusia sendiri, mereka banyak berkhianat terhadap perjanjiannya sendiri kepada Allah swt dan mereka tidak menjaga amanat Allah swt untuk menjaga kelestarian alam ini. Sehingga telah nampak kerusakan dilaut dan didarat yang disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Itu sendiri,maka nya dengan perkembngan IPTEK, kita sebagai manusia harus bisa memfilterisasi teknologi yang masuk ke dalam negri kita sendiri, yang bersifat positif

    solusi

    Untuk mengembangkan IPTEKS harus kita dasar dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt agar dapat memberikan jaminan kemaslahatan bagi kehidupan serta lingkungan sekitar kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: