Oleh: subuki | Mei 16, 2010

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. A. Situasi dan Kondisi Tempat Penelitian
    1. 1. Sejarah Singkat

Secara yuridis formal Kabupaten Tanggamus terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1997 tanggal 3 Januari 1997, tentang Pembentukan Kabupaten Tanggamus. Kemudian diresmikan oleh menteri dalam negeri pada tangga; 21 Maret 1997, sekaligus dilantiknya Drs. Achmad Syah Putra sebagai pejabat Bupati Kabupaten Tanggamus. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus dibentuk melalui Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus Nomor 07 Tahun 2008 Tentang Organisasi Tata Kerja Lembaga Teknis DAerah Kabupaten Tanggamus merupakan unsur penunjang pemerintah daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan berada di bawah dan bertanggungjawab Kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus. Sumber Dokumentasi Badan Perencanaan Pembanguna Daerah Kabupaten Tanggamus Tahun 2009.

Untuk menyelenggarakan tugasnya maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus mempunyai fungsi sebagai berikut :

  1. Menyusun dan mengkordinasikan perencanaan program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Kabupaten Tanggamus berdasarkan kebijakan Kepala Daerah.
  2. Merencanakan dan mencari sumber pembiayaan pelaksanaan pembangunan.
  3. Mengkordinasikan sumber pembiayaan pelaksanaan program kegitan guna penyusunan perencanaan.
  4. Menyusun prioritas program pembangunan berdasarkan informasi dari bawah dengan memperhatikan kebutuhan, kemampuan, dan kebijakan Kepala Daerah.
  5. Melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan program kegiatan.
  6. Melakukan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan secara swakelola maupun kerjasama dengan pihak lain.

Susunan Organisasi Badan Perencanaan Pengembangan Daerah Kabupaten Tanggamus, terdiri dari :

  1. Kepala;
  2. Sekretaris, terdiri dari :
    1. Sub Bagian Umum
    2. Sub Bagian Keuangan
    3. Sub Bagian Perencanaan
    4. Bidang Data dan Pelaporan, terdiri dari :
      1. Sub Bidang Data dan Pelaporan
      2. Sub Bidang Monitoring
      3. Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya, terdiri dari :
        1. Sub Bidang Ekonomi
        2. Sub Bidang Sosial Budaya
        3. Bidang Fisik dan Prasarana, terdiri dari :
          1. Sub Bidang Lingkungan
          2. Sub Bidang Fisik
        4. Bidang Penelitian dan Pengembangan, terdiri dari :
          1. Sub Bidang Penelitian
          2. Sub Bidang Pengembangan
          3. 2. Keadaan Pegawai

Pada tahun 2009 jumlah pegawai di Badan Perencanaan Pengembangan Daerah Kabupaten Tanggamus sebanyak 54 orang, terdiri atas 41 orang Pegawai Negeri Sipil dan 13 orang tenaga honorer. Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikannya 30 orang berpendidikan sarjana, 1 orang D III, dan 23 orang berpendidikan SMA/Sederajad.

Sedangkan data keadaan pegawai Badan Perencanaan Pengembangan Daerah Kabupaten Tanggamus berdasarkan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1 Data Keadaan Pegawai Negeri Sipil Badan Perencanan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus Menurut Tingkat Pendidikan.

No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
1. Sarjana 30 54,55%
2. Diploma 1 9,09%
3. SMA/ Sederajat 23 36,36%
JUMLAH 54 100,00%

Sumber  :     Dokumentasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus Tahun 2009.

Dari tabel 4.1, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus berpendidikan Diploma III yaitu 1 orang (9,09%), pendidikan paling tinggi sarjana yaitu sebanyak 30 orang (54,55%) dan pendidikan paling rendah SMA/Sederajat  yaitu 23 orang (36,36%).

  1. 3. Struktur Organisasi

Setiap organisasi memiliki struktur organisasi yang berbeda-beda tergantung dengan besar kecilnya kerja. Di dalam struktur organisasi tercantum hirarki jabatan dan hubungan fungsi-fungsi yang ada dalam unit kerja serta wewenang dan tanggung jawab dari bagian-bagian jabatan yang ada dalam lingkungan unit kerja. Struktur organisasi dan tata kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus terdapat Kepala Badan Bappeda, Sekretaris Bappeda, Kepala Bidang Bappeda, dan Staf unit. Oleh karena itu agar semua komponen di atas dapat berjalan selaras dan seimbang maka diperlukan suatu alur kerja dan tanggung jawab dalam bentuk struktur organisasi. Struktur organisasi berfungsi mengatur kerjasama antara komponen-komponen tersebut di atas, sehingga roda pemerintah di kecamatan dapat berjalan dengan baik. Dengan Struktur organisasi yang tertata dengan baik, maka pembagian tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan fungsinya masing-masing.

  1. B. Pengumpulan dan Penyajian Data
    1. 1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan selama dua bulan dari bulan Sebtember sampai dengan bulan Oktober 2009. Untuk mencari data tentang Pengembangan Pegawai (Variabel X) digunakan metode dokumentasi, sedangkan untuk mencari data Semangat Kerja Pegawai (Variabel Y) digunakan metode angket atau kuisioner.

Metode dokumentasi yang digunakan adalah dengan mencari data-data tertulis yang ada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus. Metode tersebut di samping untuk mencari data tentang Pengembangan Pegawai (variabel X),  juga digunakan untuk mencari data tentang struktur organisasi, daftar nama pegawai, dan data-data lain yang diperlukan dalam penelitian ini. Untuk gambaran dari masing-masing variabel dalam penelitian ini yaitu Pengembangan Pegawai (X) dan Gairah Kerja Pegawai dapat dilakukan dengan analisis deskriptif berikut :

  1. Pengembangan Pegawai

Gambaran tentang pengembangan pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus berdasarkan jawaban angket dari masing-masing responden diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut :

Tabel. 4.2. Distribusi Pengembangan Pegawai

Skor Kriteria F Persentase
47 – 56 Sangat baik 15 15.52 %
36 – 46 Baik 36 81.39 %
25 – 35 Kurang baik 3 3.49 %
14 – 24 Tidak baik 0 0.00 %
Jumlah 54 100 %

Sumber data primer yang diolah

Dari tabel dapat diketahui bahwa bahwa pengembangan pegawai sebagian besar pegawai yaitu (36) orang (81.39%) termasuk katagori baik karena mereka beranggapan dengan program pengembangan pegawai kemampuaan akan meningkat sesuai dengan bidang pekerjaan yang ditekuni dan semakin terdorog untuk bekerja lebih giat dengan pekerjaan dan pengalaman yang lebih mantap melalui kegiatan pendidikan dan latihan yang telah diikuti dan adanya keinginan untuk dipromosikan pada posisi yang lebih baik, 3 orang (3.49%) dalam katagori kurang baik karena pegawai tersebut kurang mengetatui mamfaat dari adanya pengembangan pegawai. Secara lebih rinci gambaran tentang pengembangan pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus ditinjau dari tiap-tiap indikator yaitu pendidikan dan latihan, promosi serta mutasi dapat disajikan sebagai berikut

  1. Pendidikan dan Latihan

Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor komunitas ke bawah adalah 21,6 dengan presentase 77,20% dan termasuk katagori baik. Secara lebih rinci ditinjau dari jawaban masing-masing responden diperoleh seperti terangkum pada tabel berikut :

Tabel 4.3. Distribusi Pengembangan Pegawai

Skor Kriteria F Persentase
25 – 28 Sangat baik 21 40.70 %
19 – 24 Baik 29 54.65 %
13 – 18 Kurang baik 4 4.65 %
7 – 12 Tidak baik 0 0.00 %
Jumlah 54 100 %

Sumber : data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa pendidikan dan latihan sebagian besar pegawai 29 orang (54.65%) termasuk katagori baik karena dengan pendidikan dan latihan tersebut para pegawai dapat memperbaiki dan mengembangkan sikap, tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan pegawai sesuai dengan keinginan dan 4 orang (4.65%) dalam katagori kurang baik karena harapan dari pegawai yang terlalu besar, dan mereka beranggapan program ini mengakibatkan hilangnya sebagian waktu produktif.

  1. Promosi

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor promosi adalah 11,9 dengan presntase 74.13% dan termasuk katagori baik. Secara rinci ditinjau dari jawaban masing-masing responden diperoleh hasil seperti terangkum pada tabel berikut :

Tabel 4.4. Distribusi Promosi

Skor Kriteria F Persentase
14 – 16 Sangat baik 18 34.88 %
11 – 13 Baik 30 51.16 %
8 – 10 Kurang baik 6 13.95 %
4 – 7 Tidak baik 0 0.00 %
Jumlah 54 100 %

Sumber : data primer yang diperolah

Berdasarkan tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai (51,16%) termasuk katagori baik karena dengan promosi moral para pegawai kecenderungan dapat lebih ditingkatkan dan unsur subyektifitas dalam seleksi, cenderung dieliminir sedangkan selebihnya yaitu 34,88% dalam katagori sangat baik, 13, 95% dalam katagori kurang baik.

  1. Mutasi

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor mutasi 8,7 dengan persentase 72,29% dan termasuk katagori baik. Secara lebih rinci dari jawaban masing-masing responden diperoleh seperti pada tabel berikut :

Tabel 4.5. Distribusi Mutasi

Skor Kriteria F Persentase
10 – 12 Sangat baik 14 19.77 %
8 – 9 Baik 27 60.47 %
6 – 7 Kurang baik 13 18.60 %
3 – 5 Tidak baik 0 0.00 %
Jumlah 54 100 %

Sumber : data yang diolah

Berdasarkan tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa mutasi sebagian besar pegawai (61,63%) termasuk katagori baik, 20,93%) dalam katagori sangat baik dan 17,44% dalam katagori yang kurang baik.

b        Gairah Kerja Pegawai

Gambaran tentang gairah kerja pegawai pada Badan Perencanaan pengembangan Daerah Kabupaten Tanggamus berdasarkan jawaban angket yang diberikan masing-masing responden diperoleh hasil seperti disajikan pada tabel berikut :

Tabel 4.6 Distribusi Gairah Kerja Pegawai

Skor Kriteria F Persentase
59 – 72 Sangat baik 12 16.28 %
46 – 58 Baik 38 79.07 %
32 – 45 Kurang baik 4 4.65 %
18 – 31 Tidak baik 0 0.00 %
Jumlah 54 100 %

Sumber : data yang diolah

Pada tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa semangat kerja sebagian besar pegawai (79,07%) termasuk katagori baik, sedangkan selebihnya yaitu 16,28% dalam katagori sangat baik dan 4,65% dalam katagori kurang baik secara lebih rinci gambaran tentang gairah kerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus ditinjau dari tiap-tiap indikator kerjasama, tanggung jawab, kedisiplinan dan kualitas kerja dapat disajikan sebagai berikut :

  1. Kerjasama

Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor disiplin kerja adalah 11,8 dengan presentase 73,98% dan termasuk katagori baik. secara lebih rinci ditinjau dari jawaban masing-masing responden diperoleh hasil seperti terangkum pada tabel berikut :

Tabel 4.7 Distribusi Kerjasama Pegawai

Skor Kriteria F Persentase
14 – 16 Sangat baik 16 32.56 %
11 – 13 Baik 32 48.84 %
8 – 10 Kurang baik 6 18.60 %
4 – 7 Tidak baik 0 0.00 %
Jumlah 54 100 %

Sumber : data yang diolah

Berdasarkan tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa kerjasama sebagian besar pagawai (48,84%) termasuk katagori baik, sedangkan selebihnya yaitu 32,56% katagori sangat baik dan 18,60% dalam katagori kurang baik.

  1. Tanggungjawab

Berdasarkan katagori pegawai adalah 8,7 dengan persentase 72,58% dan termasuk katagori baik. Secara lebih lebih rinci tanggung jawab di antara pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten tanggamus tersebut ditinjau dari jawaban masing-masing responden diperoleh hasil seperti terangkum pada tabel berikut :

Tabel 4.8 Distribusi Tanggaung Jawab Pegawai

Skor Kriteria F Persentase
11 – 12 Sangat baik 16 32.56 %
9 – 10 Baik 30 46.51 %
6 – 8 Kurang baik 7 19.77 %
3 – 5 Tidak baik 1 1.16 %
Jumlah 54 100 %

Sumber : data yang diolah

Berdasarkan tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa tanggung jawab sebagian besar pegawai (46,51%) termasuk katagori baik, sedangkan selebihnya yaitu (32,56%) dalam katagori sangat baik, (19,77%) dalam katagori kurang baik dan (1,16%) dalam katagori tidak baik.

  1. Kedisiplinan

Berdasarkan data hasil penelitian mennjukkan bahwa rata-rata skor kedisiplinan adalah 15,7 dengan persentase 78,43% dan termasuk katagori baik. secara lebih rinci ditinjau dari jawaban masing-masing responden diperoleh hasil seperti terangkum pada tabel berikut :

Tabel 4.9 Distribusi Kedisiplinan Pegawai

Skor Kriteria F Persentase
17 – 20 Sangat baik 17 36.05 %
13 – 16 Baik 34 60.47 %
9 – 12 Kurang baik 3 3.49 %
5 – 8 Tidak baik 0 0.00 %
Jumlah 54 100 %

Sumber : adat yang diolah

Berdasarkan tabel 4.9 di atas menunjukkan bahwa kedisiplinan sebagian besar pagawai (36,05%) termasuk katagori sangat baik, (60,47%) termasuk katagori baik dan (3,49%) termasuk katagori kurang baik.

  1. Kualitas Kerja

Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kualitas kerja pegawai adalah 8,8 dengan persentase 73,16% dan termasuk katagori baik. Secara lebih rinci ditinjau dari jawaban masing-masing responden diperoleh hasil seperti terangkum pada tabel berikut :

Tabel 4.10 Distribusi Kualitas Kerja Pegawai

Skor Kriteria F Persentase
59 – 72 Sangat baik 14 23.26 %
46 – 58 Baik 34 60.47 %
32 – 45 Kurang baik 6 16.28 %
18 – 31 Tidak baik 0 0.00 %
Jumlah 54 100 %

Sumber : data yang diolah

Berdasarkan tabel 4.10 di atas menunjukkan bahwa kualitas kerja pegawai sebagian besar pegawai (23,26%) termasuk katagori sangat baik, (60,47%) dalam katagori baik dan (16,28%) dalam katagori kurang baik.

  1. D. Analisis Data

Analisis data dilakukan untuk mencari pengaruh antara pengembangan pegawai dan gairah kerja pegawai di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus ini, maka penulis menggunakan dua (2) sistem , yaitu :

1. Uji Prasyarat Analisis Regresi

1)      Uji Normalitas

Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini menggunakan rumusan liliefors atau kolmogorov-smirnov Z. Setelah dilakukan perhitungan dengan program SPSS dapat diketahui hasil perhitungan uji normalitas data pengembangan pegawai dan gairah kerja pada tabel berikut :

Tabel 4.11 Hasil Uji Normalitas Data

Variabel Kolmogorov-smirnov Z Asymptod

signifikansi

Signifikansi Kriteria
X 0,640 0,808 0,05 Normal
Y 0,739 0,645 0,05 Normal

Sumber : data penelitian yang sudah diolah

Dari tabel 4.11 di atas diketahui untuk variabel pengembangan pegawai diperoleh harga kolmogorov-smirnov Z sebesar 0,640 dengan asymptod signifikasi 0,808 karena asymptod signifikasi lebih besar dari 0,05 maka data dari variabel pengembangan pegawai tersebut berdistribusi normal. Sedangkan untuk variabel gairah kerja diperoleh harga kolmogorov-smirnov Z sebesar 0,739 dengan asymptod signifikasi 0,645 karena asymptod signifikasi lebih besar dari 0,05 maka data dari variabel gairah kerja tersebut berdistribusi normal.

2)      Uji Linieritas

Uji linieritas regresi adalah untuk mengetahui linier atau tidaknya hubungan antara data variabel bebas dengan data variabel terikat. Apabila linier dapat digunakan analisis regresi linier baik sederhana maupun ganda dalam pengujian hipotesis, tetapi jika tidak linier maka pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi nol linier.

Dalam penelitian ini untuk menguji linieritas regresi menggunakan program SPSS dan hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.12 Hasil Uji Linieritas Regresi

Sumber Variasi F Asymptod signifikasi Signifikasi Kriteria
X – Y 1,025 0,453 0,05 Linier

Sumber : data penelitian yang sudah diolah

Dari tabel 4.12 di atas diperoleh Fhitung sebesar 1,025 dengan asymptod signifikasi 0,453 karena signifikasinya lebih besar dari 0,05 maka data variabel pengembangan pegawai dengan gairah kerja memiliki hubungan linier.

2. Regresi Linier Sederhana

1)      Persamaan Regresi Linier Sederhana

Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linier antara komonitar intern terhadap semangat kerja dengan menggunakan program SPSS diperoleh persamaan regresi yaitu ŷ = 10,911 + 1,002X. Makna dari persamaan di atas yaitu :

  1. Konstanta sebesar 10,911 menyatakan bahwa, jika tidak ada variabel pengembangan pegawai, maka gairah kerja sebesar 10,911
  2. Koefisien regresi X sebesar 1,002 menyatakan bahwa setiap penambahan satu poin pengembangan pegawai akan meningkatkan gairah kerja sebesar 1,002.

2)      Pengujian Hipotesis

Keberartian persamaan regresi yang diperoleh dapat diuji dengan menggunakan analisis varians untuk regresi berdasarkan perhitungan pada lampiran, diperoleh Fhitung = 39,913 dan Ftabel = 3,955 pada taraf signifikasi 5% dengan dk = 86 karena Fhitung > Ftabel, maka dapat disimpulkan hipotesis nihil (Ho) yang berbunyi “Tidak ada pengaruh positif antara pengembangan pegawai dengan Gairah kerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus” ditolak, sedangkan hipotesis kerja (Ha) yang berbunyi “Ada pengaruh positif antara pengembangan pegawai terhadap gairah kerja pegawai pada Badan Perencanaan Pengembangan Daerah Kabupaten Tanggamus” Diterima.

3)      Koefisien Determinasi

Harga koefisien determinasi untuk mengetahui besarnya pengaruh pengembangan pegawai terhadap gairah kerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus, dimana diketahui koefisiwn determinasi (r) antara pengembangan pegawai dengan gairah kerja sebesar 0,3221 (32,2%). Hal ini berarti bahwa pengaruh komunitas intern terhadap semangat kerja 32,2%, sedangkan lebihnya yaitu 67,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Berdasalkan hasil analisis untuk koefisien korelasi dan untuk korelasi diterminan dapat terangkum pada tabel berikut :

Tabel 4.13 Rangkuman Koefisien Korelasi dan Determinasi

Pridiktor Korelasi (r) Korelasi (r)
X 0,568 0,3221

Sumber : hasil analisis data

Berdasarkan tabel 4.13 ternyata variabel pengembangan pegawai (X) mempunyai koefisien sebesar 0,568 dan korelasi determinasi 0,3221 terhadap gairah kerja pegawai (Y).

  1. D. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan perhitungan perhitungan uji prasarat analisis regresi dengan komputasi SPSS diketahui hasil dari uji normalitas untuk variabel komunitas intern diperoleh kolmogorov-smirnov Z sebesar 0,640 dengan asymptod signifikasi 0,808 karena asymptod siknifikasinya lebih besar dari 0,05 maka data semangat kerja tersebut juga berdistribusi normal.berdasarkan perhitungan uji linieritas regresi diperoleh Fhitung 1,025 dengan signifikasi sebesar 0,453 karena signifikasinya lebih besar dari 0,05 maka dari komunikasi intern dengan semangat kerja memilki hubungan linier.

Berdasarkan analisis regresi linier sedrhana dalam penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif antara pengembangan pegawai terhadap gairah kerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus, diperoleh ŷ = 10,911 + 1,002X yang artinya bahwa setiap satu poin skor pada variabel gairah kerja pegawai dipengaruhi oleh pengembangan pegawai sebesar 1,002. Untuk pengembangan diperoleh nilai sebesar 1,002 ini mengandung makna bahwa setiap ada perubahan/penambahan nilai pengembangan pegawai satu poin maka variabel gairah kerja pegawai akan naik sebesar 1,002. jadi semakin baik pengembangan pegawai maka akan meningkat gairah kerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus. Jika tidak ada pengembangan pegawai maka gairah kerja pegawai sebesar 10,911.

Hal ini dikarenakan program pengembangan pegawai seperti landasan kenaikan jabatan, keikutsertaan dalam program pendidikan dan latihan, promosi dan mutasi sedikit banyaknya telah dapat memberikan dorongan dan motivasi positif kepada para pegawai sehingga gairah kerja juga akan timbul karenanya. Dari hasil pengamatan program pendidikan dan latihan yang diberikan kepada para pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggamus dapat memberikan pengetahuan, sikap serta pengertian yang tepat untuk melakukan pekerjaannya.

Program promosi yang mendapat perhatian dari lembaga dapat menjamin keyakinan para pegawai bahwa setiap pegawai salalu diberikan kesempatan untuk maju dan mengembangkan karier berdasarkan pada kecakapan dan semangat kerja dari masing-masing pegawai. Sumbangan yang diberikan pengembangan pegawai (prediktor) kepada gairah kerja (kriterium) adalah sebesar R determinan. Dari perhitungan koefisien determinasi diketahui bahwa gairah kerja dipengaruhi oleh pengembangan pegawai sebesar 32,2% dengan kelebihan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar program pengembangan pegawai dalam Badan Perencanaan Pembangaunan Daerah Kabupaten Tanggamus. Dari pengamatan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi gairah kerja antara lain pembangian kerja semangat kerja, tunjangan, fasilitas yang diberikan lembaga terhadap pegawai serta lingkungan fisik tempat bekerja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: