Oleh: subuki | Agustus 10, 2010

Adab Berdo’a

Do’a ialah meminta kepada Allah untuk mendapatkan sesuatu atau keadaan yang dikehendaki, atau untuk menolak sesuatu atau keadaan yang tidak dikehendaki.

Berdo’a adalah sunat, sebagaimana pendapat mayoritas  ulama. Allah berfirman :

{وقال ربكم ادعوني أستجب لكم إن الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون جهنم داخرين}

“Dan berkatalah Tuhanmu : “Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri untuk menyembah-Ku, maka mereka akan masuk ke neraka Jahannam dengan terhina”

ـ قال الرسول صلى الله عليه وسلم : {إن الدعاء هو العبادة} رواه الأربعة وصححه الترمذي .1

“Sesungguhnya berdo’a itu adalah ibadah”

Tata cara Do’a.

Ada beberapa cara berdo’a, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw. Di antaranya adalah :

1. Menghadap kiblat.

2. Mengangkat tangan.

3. Memulai dengan Hamdalah dan Sholawat.

4. Memulai do’a untuk dirinya sendiri.

5. Mengekspresikan do’a dengan sungguh-sungguh.

6. Yakin terkabul.

7. Tidak tergesa-gesa minta dikabulkan.

Do’a yang Cepat Terkabul

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk terkabulnya do’a.

1. Bersih lahir dan bathin.

2. Melaksanakan kewajiban dan menjauhi segala larangan.

3. Memilih waktu yang mustajab, di antaranya :

a. Do’a di akhir sepertiga malam.

Rasulullah bersabda : “Tuhan kami yang maha agung turun ke langit bumi setiap malam, yaitu ketika tinggal sepertiga akhir malam, sambil berfirman : “Baragng siapa berdo’a kepadaku, akan aku kabulkan, barang siapa meminta kepadaku, akan aku beri, dan barang siapa yang minta ampun akan aku ampuni”.(H.R. Imam Empat)

b. Do’a setelah shalat fardlu

Rasulullah ditanya oleh para sahabat : “Hai Rasulullah ! do’a di waktu apakah yang paling didengar ?, Rasulullah menjawab : “Akhir tengah malam dan akhir shalat fardlu”. (H.R. Turmuzi)

c. Do’a antara adzan dan iqomah

Dari sahabat Anas diriwayatkan bahwa Rasululah bersabda : “Tidak akan ditolak do’a diantara adzan dan iqomah”. (H.R. Ashabussunan)

d. Do’a disaat bersujud

Rasulullah bersabda : “Saat-saat paling dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya, yaitu disaat sujud, maka banyak-banyaklah berdo’a, sungguh akan dikabulkan”. ( H.R. Muslim dan Abu Daud)

4.  Memilih keadaan yang mustajab, di antaranya :

a. Do’a orang yang berada jauh dari tempat orang yang dido’akan

b. Do’a orang tua, orang yang sedang berpergian dan orang yang teraniaya

c. Do’a orang yang sedang berpuasa dan imam yang adil

5. Memilih do’a-do’a yang ma’tsur (yang datang dari Rasul), seperti :

“أللهم ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار”

“Ya Allah ! ya Tuhan kami ! berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, lindungilah kami dari siksaan api neraka”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: