Oleh: subuki | Agustus 18, 2010

Sistematika Persidangan

Persidangan merupakan suatu sarana untuk pengambilan keputusan, yang biasanya dilakukan dalam lembaga-lembaga tinggi negara. Mengapa kita sebagai mahasiswa perlu belajar metode/teknik persidangan? Selain untuk pengetahuan kita dimasa yang akan datang, juga sebagai aktivitas kampus secara langsung kita akan menemui bahkan terlibat dalam apa yang disebut “sidang”.

Dalam kehidupan sehari-hari penting sekali untuk membedakan antara sidang dengan diskusi, karena sering terjadi bias makna antara keduanya. Tapi perbedaan yang paling krusial antara keduanya ialah kapasitas forum dari sidang, yaitu memformulasikan dalam pengambilan keputusan, bukan sekedar mencari kesimpulan.

Secara garis besar, perbedaan sidang dan diskusi ialah:

PERLENGKAPAN SIDANG DISKUSI
1. Perangkat Lunak
2. Perangkat Keras
3. Alat
4. Tujuan
Draft
Pimpinan Sidang
Palu Sidang
Mengambil Keputusan
Makalah
Moderator

Mencari Kesimpulan

Draft adalah tulisan rencana yang akan dibahas dalam forum, kemudian diputuskan apakah akan dipakai, diperbaiki, atau tidak dipakai sama sekali. Sedangkan makalah adalah tulisan ilmiah yang biasanya hanya diperbincangkan dan dicari kesimpulan, serta apabila ada permasalahan akan dicari solusi pemecahannya. Moderator berfungsi sebagai pengatur lalu lintas diskusi sehingga tercipta ketertiban dalam diskusi.  Sedangkan seorang Pimpinan Sidang tidak sekedar menjadi penjaga ketertiban, tetapi melindungi sidang dari berbagai kemungkinan deviasi wacana yang mungkin melebar akibat spektrum pengambilan keputusan.

Selain itu, mekanisme sidang juga sangat dibutuhkan untuk menjaga dan melindungi konsistensi peserta sidang dalam rangka menciptakan iklim kondusif, kalau tidak besar kemungkinan polarisasi wacana akan berimplikasi menjadi friksi yang bermuara kepada konflik sehingga justru menjadi kontraproduktif terhadap esensi dan substansi sidang tersebut.

Macam-Macam Pimpinan/Presidium Sidang

  1. Pimpinan Sidang Sementara, biasanya Pimpinan Sidang sementara berasal dari steering comittee (SC), dan biasanya hanya berjumlah 2 orang.
  2. Pimpinan Sidang Tetap, berjumlah 3 orang, berasal dari peserta sidang yang dipilih oleh peserta sidang dengan mekanisme pemilihan yang telah disepakati         bersama.
  3. Pimpinan Sidang Komisi, berjumlah 2 orang atau lebih sesuai dengan kebutuhan. Sidang komisi diadakan guna mempermudah jalannya sidang dalam pengambilan keputusan.

Pimpinan sidang mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam kelancaran acara sidang, maka dari itu seorang pimpinan sidang bukan sekedar mempunyai kemauan saja, tetapi harus memiliki beberapa hal yang umumnya menjadi persyaratan menjadi seorang pimpinan sidang, antara lain:

  1. Integrasi pribadi,
  2. Kecakapan dalam melakukan manajemen forum dan mekanisme sidang,
  3. Pengetahuan mendalam tentang sistematika dan substansi dari keputusan yang akan diambil,
  4. Kestabilan emosi,
  5. Stamina forum yang tinggi.


Peserta Sidang

  • Peserta Penuh, adalah peserta sidang yang mempunyai hak penuh, yaitu hak bicara dan hak suara.
  • Peserta Peninjau, adalah peserta yang hanya mempunyai hak bicara dan tidak memiliki hak suara.


Arti Ketukan Palu

1 kali : ~ tanda pengesahan kesepakatan.
~ men-skors sidang.
~ menyerahkan dan menerima forum sidang.

2 kali : ~ tanda pending.
~ tanda skors antara dua paruh waktu.

3 kali : ~ untuk membuka dan menutup sidang.
~ mensahkan ketetapan.

Yang perlu ditekankan disini untuk diperhatikan ialah perbedaan istilah pending dan skors. Pending ialah memberhentikan sidang sementara tanpa ada batasan waktu kapan sidang akan dilanjutkan kembali. Sedangkan Skors ialah menghentikan sidang sementara dengan batasan waktu, dan istilah dua paruh waktu adalah apabila penghentian sidang ditandai dengan muncul dan tenggelamnya matahari.

Mekanisme Persidangan
Interruption adalah penyelaan pembicaraan sidang dengan cara tertentu, serta tergantung kondisi yang sedang dihadapi. Interruption dibagi menjadi 3 (tiga) macam berdasarkan hubungan hierarkhi, antara lain:

  • Interruption Point of Order, adalah penyelaan yang artinya perintah. Tidak ada alasan bagi pimpinan sidang untuk tidak menanggapinya. Ini adalah tingkat paling tinggi sehingga harus didahulukan tetapi ini harus dalam keadaan mendesak, apabila forum tidak serius maka diperlukan integritas pimpinan sidang yang baik.
  • Interruption Point of Clearen, adalah penyelaan untuk meminta penjelasan lebih lanjut, atau klarifikasi terhadap suatu pernyataan.
  • Interruption Point of Information, adalah tingkatan paling kecil dan interupsi ini tidak membutuhkan jawaban, tetapi hanya sekedar memberikan informasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: