Oleh: subuki | Januari 13, 2011

Tasyabbuh (menyerupai) yang dilarang.

Allah Ta’ala berfirman: ” Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari’at tertentu yg mereka lakukan, maka jgnlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu (QS 22:67)”, Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat dari urusan (agama), maka ikutilah syariat itu dan jgnlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui (QS 45:18)  Maka hadapkanlah wajahmu dgn lurus kpd agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yg telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tdk ada perubahan pd fitrah Allah. (Itulah) agama yg lurus; tetapi kebanyakan manusia tdk mengetahui (QS 30:30) Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, “Setiap bayi terlahir dlm keadaan suci (Islam), maka org tuanyalah yg menjadikannya Yahudi, atau Nashrani, atau Majusi” … Kemudian ia berkata, “Jika kalian mau maka baca … (QS 30:30)” [HR Ahmad 7698] Allah Ta’ala berfirman: Wahai org-org yg beriman, jk kamu mengikuti sebagian dr org-org yg diberi AlKitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi org kafir sesudah kamu beriman. (QS 3:100) Rasulullah bersabda: * Sungguh kalian akan mengikuti tradisi umat sebelum kalian sedepa demi sedepa, sehasta demi sehasta & sejengkal demi sejengkal, hingga jk mereka masuk ke dalam lubang dhab (sejenis biawak) sungguh kalian akan memasukinya bersama mereka,” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi & Nasrani?” Beliau menjawab, “siapa lagi (Kalau bukan mereka)” [HR Bukhari, Ahmad] * Man Tasyabbaha bi qaumin fawuha minhum (Barangsiapa yg menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dr mereka) [HR Abu Dawud 3512] Hari yg dirayakan Tiap Tahun * Diriwayatkan dari Anas radiyallahu anhu, Ketika Nabi shalallahu alaihi wasallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki 2 hari raya yg mereka bermain-main di hari raya itu pd masa jahiliyyah, lalu beliau bersabda: “Aku datang kepada kalian sdgkan kalian memiliki 2 hari raya yg kalian bermain di hari itu pd masa jahiliyyah. Dan sungguh Allah telah menggantikannya utk kalian dgn 2 hari yg lbh baik dr keduanya, yaitu hari raya Idul Adha & Idul Fitri.” [HR Abu Dawud, Ahmad] Tdk ada lagi hari lain yg dirayakan tiap tahun kecuali 2 hari tsb bg kaum muslimin dgn ibadah & bersenang-senang, misal : a. Haul Kematian, misal St Valentine (Happy Valentine’s Day) b. Tahun Baru Imlek (Gong Xi Fat Choi) c. Tahun Baru Masehi (Happy New Year) d.  Hari Ulang Tahun Kelahiran / Perkawinan (Happy Birthday & Happy Anniversary Day) dll, yg semua itu tasyabbuh (meniru) tradisi org-org yg dimurkai Allah.  Abdullah bin Amr bin Al-Ash radiyallahu anhu berkata, “Barang siapa yang berdiam di negeri asing (di luar Mekkah & Madinah), lalu membuat tahun baru & perayaan-perayaan seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dlm kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pd hari kiamat bersama mereka.” [‘Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, penjelasan hadits no. 3512]

Allahu ‘alam bi showaf


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: