Oleh: subuki | Februari 10, 2011

Harta Yang Diperoleh Dalam Perjalanan Tahun

Jika seorang mukallaf tidak memiliki harta kemudian dia memperoleh harta zakat yg tidak mencapai nishab maka tidak wajib zakat padanya dan tidak dihitung haulnya. Jika telah mencapai nishab perhitungan tahunnya dimulai sejak hari ia mencapai nishab dan wajib atasnya mengeluarkan zakatnya jika harta itu tetap ada padanya sampai berlalunya masa setahun. Jika dia memiliki harta senishab kemudian sebelum berlalu setahun dia memperoleh harta sejenis dgn harta nishab itu atau dari jenis yg digabungkan padanya dalam hal ini ada tiga pembagian.

    Tambahan itu merupakan hasil dari harta pertama seperti laba perniagaan hasil dari ternak yg digembalakan maka ini dikeluarkan zakatnya bersama dgn aslinya ketika genap setahun. Ibnu Quddama berkata “Kami tidak mengetahui adanya perselisihan dalam hal itu krn tambahan itu mengikuti jenis aslinya jadi sama dgn harta yg tumbuh berkesinambungan.”
    Harta tambahan itu bukan dari jenis harta zakat yg ada padanya seperti jika ia memiliki onta kemudian dia memperoleh emas atau perak. Maka harta tambahan ini tidak dikeluarkan zakatnya ketika harta aslinya mencapai haul. Tetapi haulnya mulai dihitung sejak hari ia memperolehnya jika mencapai nishab. Ini disepakati kecuali suatu pendapat ganjil yg mengatakan bahwa wajib menzakatinya ketika ia mendapatkannya. Tidak seorang pun ulama atau imam-imam fatwa yg condong pada pendapat ini.

Ia memperoleh harta tambahan itu berupa jenis harta nishab yg ada padanya ketika telah sempurna haul yg pertama tetapi tambahan itu bukan berasal dari harta pertama. Seperti jika ia memiliki dua puluh misqal emas pada awal Muharam lalu pada awal Zulhijah ia memperoleh emas seribu misqal. Ulama berselsih pendapat dalam hal ini. Kalangan Asy-Syafi’iyyah dan Hanabilah berpendapat bahwa itu digabungkan secara nishab tidak secara haul. Jadi ia mengeluarkan zakat harta yg pertama ketika sampai haulnya pada awal Muharam berikutnya dan mengeluarkan zakat yg kedua ketika sampai haulnya pada awal Zulhijah berikutnya walaupun kurang dari nishab krn harta kedua mencapai nishab dgn digabung dgn harta pertama. Mereka berdalil dgn keumuman sabda Rasulullah saw. yg artinya “Tidak wajib zakat pada suatu harta hingga berlalu atasnya satu haul.” Dan sabda beliau “Barangsiapa memperoleh suatu harta maka tidak wajib padanya zakat hingga berada pada pemiliknya selama setahun.” Golongan Hanafiyyah berpendapat bahwa tiap harta yg diperoleh dalam masa setahun itu digabungkan pada nishab yg ada padanya dan dizakatkan semuanya ketika sampai haul harta yg pertama. Mereka mengatakan bahwa krn ia digabungkan dgn jenisnya dalam nishab wajib digabungkan juga dalam haul sebagaimana nishab dan krn nishab adl sebab dan haul adl syarat jadi jika digabungkan nishabnya yg merupakan sebab penggabungannya pada haul lbh utama. Dan krn memisahkan masing-masing menyebabkan pemisahan kewajiban dalam binatang ternak yg digembalakan serta perbedaan waktu kewajiban dan membutuhkan penentuan waktumemiliki yg tepat serta wajib menghitung kadar yg sedikit yg tidak mungkin dikeluarkan ini merupakan suatu hal yg sulit dan membebani padahalhaul itu disyariatkan utk memudahkan Allah Taala telah berfirman yg artinya ‘Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan utk kamu dalam agama ini suatu kesempitan.” . Dan berdasarkan kiyas pada hasil ternak dan laba perniagaan. Abu Hanifah mengecualikan tambahan yg merupakan harga dari suatu harta yg telah dizakatkan maka tidak digabungkan agar tidak terjadi pengulangan. Kalangan Malikiyyah dalam hal ini harus ada pemisahan antara binatang ternak dgn emas dan perak atau uang. Pendapat mereka tentang binatang ternak sama dgn pendapat Abu Hanifah krn zakatnya diwakilkan pada petugas pemungut zakat. Kalau tidak digabungkan hal itu akan menyebabkan pengeluaran zakatnya lbh dari sekali. Berbeda dgnharga krn zakatnya disandarkan pada pemiliknya.

Sumber Al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: