Oleh: subuki | Februari 10, 2011

Tata Cara Shalat Orang Yang Sakit

Cara-cara shalat bagi orang yg sakit secara garis besar adalah sebagai berikut :
Orang yang sakit wajib melaksanakan shalat fardhu degan berdiri sekalipun bersandar ke dinding atau ke tiang atau degan tongkat.
Jika tidak sanggup shalat berdiri hendaklah ia salat degan duduk. Lalu pada waktu berdiri dan ruku’ sebaiknya duduk bersila sedangkan pada waktu sujud sebaiknya dia duduk iftirasy .
Jika tidak sanggup shalat sambil duduk boleh salat sambil berbaring bertumpu pada sisi badan menghadap kiblat. Dan bertumpu pada sisi kanan lbh utama daripada sisi kiri. Jika tidak memungkinkan untuk menghadap kiblat boleh menghadap ke mana saja dan tidak perlu mengulangi shalatnya.
Jika tidak sanggup shalat berbaring boleh salat sambil terlentang dengan menghadapkan ke dua kaki ke kiblat. Dan  yang lebih utama yaitu dengan mengangkat kepala untuk menghadap kiblat. Jika tidak bisa menghadapkan kedua kakinya ke kiblat dibolehkansalat menghadap ke mana saja.
Orang sakit wajib melaksanakan ruku’ dan sujud jika tidak sanggup cukup dengan membungkukkan badan pada ruku’ dan sujud dan ketika sujud hendaknya lebih rendah dari ruku’. Dan jika sanggup ruku’ saja dan tidak sanggup sujud dia boleh ruku’ saja dan menundukkan kepala saat sujud. Demikian pula sebaliknya jika dia sanggup sujud saja dan tidak sanggup ruku’ dia boleh sujud saja dan ketika ruku’ dia menundukkan kepala.
Isyarat dengan mata ketika ruku’ dan dengan memejamkan lebi kuat ketika sujud. Adapun isyarat dgn telunjuk seperti yang dilakukan beberapa orang sakit itu tidak betul dan penulis tidak pernah tahu dalil-dalilnya baik dalil dari Alquran maupun as-sunnah dan tidak pula dari perkataan para ulama.
Jika tidak sanggup juga shalat dengan menggerakkan kepala dan isyarat mata hendaklah ia shalat dengan hatinya dia berniat ruku’ sujud dan berdiri serta duduk. Masing-masing orang akan diganjar sesuai dgn niatnya.
Orang yg sakit wajib melaksanakan semua kewajiban shalat tepat pada waktunya menurut kemampuannya. Jika termasuk orang yg kesulitan berwudhu dia boleh menjamak shalatnya seperti layaknya seorang musafir.
Jika dia sulit utk salat pada waktunya boleh menjamak antara Dhuhur dgn Ashar dan antara Maghrib dgn Isya baik jamak taqdim maupun jamak takhir sesuai dengan kemampuannya. Kalau dia mau dia boleh memajukansalat Asharnya digabung dgn Dhuhur atau mengakhirkan Dhuhurnya digabung dengan Ashar di waktu Ashar. Jika mau boleh juga dia memajukan shalat Isya untuk digabung dengan shalat Maghrib di waktu Maghrib atau sebaliknya. Adapun shalat Subuh maka tidak boleh dijamak dengan shalat yang sebelumnya atau sesudahnya  karena waktunya terpisah dari waktu shalat sebelumnya dan shalat sesudahnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya “Dan dirikanlah salat dari sesudah tergelincirnya matahari sampai gelap malam dan salat Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan .”
Sumber Diadaptasi dari Tuntunan Salat Menurut Alquran dan Hadis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: