Oleh: subuki | Februari 11, 2011

Thaharah III

Thaharah

Mandi

Yaitu: mengguyur air ke seluruh tubuh dengan air yang bersih.

Rukun Mandi:

1. Niat dalam hati

2. Mencuci seluruh anggota badan

Cara Mandi:

1. Mencuci tangan 3 kali

2. Mencuci kemaluan

3. Wudhu sempurna

4. Mengguyur air ke kepala 3 kali sambil menyela rambut

5. Mengguyur air ke seluruh badan dimulai dari sebelah kanan kemudian kiri sambil menyela-nyela ketiak, telinga bagian dalam, pusar, dan jari kaki. Dilanjutkan dengan menggosok seluruh anggota badan yang lain.

Hal-hal yang menyebabkan mewajibkan mandi:

1. Keluar mani karena syahwat

2. Masuknya kemaluan pria ke kemaluan wanita

3. Kematian, kecuali bagi yang mati syahid di medan perang

4. Masuk Islam

5. Selesai Haidh

6. Selesai nifas

Mandi yang disunnahkan:

1. Mandi hari Jum’at

2. Mandi bagi yang selesai memandikan mayat

3. Siuman dari pingsan atau gila

4. Memasuki kota Mekkah

hal-hal yang dianjurka untuk mandi apabila :

1. Mulai ihram

2. Lebaran

3. pertemuan dengan banyak orang

Syarat Mandi:

1. Lepas dari perkara yang mewajibkan mandi

2. Niat

3. Islam

4. Berakal

5. Tamyiz

6. Air yang suci dan halal

7. Hilangnya semua perkara yang menghalangi sampainya air ke anggota wudhu

Sunah Mandi

1. Membaca basmalah

2. Dimulai dengan menghilangkan kotoran

3. Mencuci telapak tangan sebelum memakai air

4. Berwudhu di awal

5. Mulai dari sebelah kanan

6. Berturut-turut

7. Meratakan air dengan tangan ke seluruh tubuh

8. Mengulangi mencuci kaki di tempat lain

hal-hal  yang makruh :

1. Boros dalam menggunakan air

2. Mandi di tempat yang bernajis

3. Mandi tanpa memakai penutup aurat, bisa berbentuk basahan atau tirai dan dinding.

Hal yang menyebabkan diharamkan bagi orang junub:

1. Shalat

2. Thawaf

3. Menyentuh mushaf

4. Duduk di masjid

5. Membaca Al Qur’an

 

Tayamum

Yaitu: Menyeka wajah dan kedua tangan dengan debu yang suci dengan cara khusus

Tayamum merupakan keistimewaan yang diberikan Allah swt bagi umat Rasulullah saw. Menggantikan posisi bersuci denagn air.

tatacara tayamum:

– Berniat tayamum mengganti wudhu atau mandi

– Membaca basmalah

– Menepuk tangan ke tanah atau dinding

– Menyeka wajah dan kedua telapak tangan .

Kondisi yang disyariatkan untuk tayamum:

1. Tidak ada air, karena habis atau jauh.

2. Penggunaan air akan membahayakan luka atau sakit

3. Air sangat dingin dan tidak memungkinkan untuk dipanaskan

4. Dikhawatirkan akan kehausan karena air untuk minum akan habis

5. Khawatir akan keselamatan jiwa, kehormatan, harta, atau tertinggal teman seperjalanan

6. Dikhawatirkan waktu shalat habis jika mandi atau wudhu. Dibolehkan untuk tayamum kemudian shalat. Shalat tidak mesti diulang setelah mandi atau wudhu memungkinkan.

Syarat Tayamum:

1. Islam

2. Lepas dari haidh atau nifas

3. Berakal

4. Memakai debu yang suci. Segala yang sejenis dengan tanah seperti pasir, batu, kapur, masuk dalam kategori debu.

Rukun Tayamum:

1. Niat

2. Debu yang suci

3. Menepuk debu yang pertama

4. Menyekah wajah dan 2 telapak tangan

Sunnah Tayammum

1. Membaca basmalah

2. Menghadap qiblat

3. Mengibaskan dan meniup kedua telapak tangan sebelum menyekah wajah unuk menipiskan debu

4. Berurutan

5. Berturut-turut

6. Menyela-nyela jari tangan.

hal yang membatalkan Tayamum:

1. Adanya air

2. Adanya perkara yang membatalkan wudhu dan mandi

 

Haidh

Yaitu: darah yang keluar dari rahim wanita sehat dan bukan karena melahirkan.

Warna darah haidh:

1. Hitam

2. Merah

3. Putih seperti nanah tapi terlihat agak kuning

4. Keruh

Dalam masa haidh, kuning dan keruh termasuk darah haidh. Di luar masa haidh, tidak dianggap sebagai darah.

Batas masa haidh ditentukan oleh kebiasaan yang berulang-ulang. Jika haidh tidak teratur, maka bisa diketahui dari warna darah haidl.

 

Nifas

Yaitu: Darah yang keluar dari rahim wanita karena melahirkan.

Masa nifas paling lama 40 hari atau 60 hari menurut sebagian ulama.

Hal-hal yang diharamkan bagi wanita haidh atau nifas:

1. Segala perkara yang diharamkan bagi orang junub

2. Puasa. Diwajibkan untuk mengganti puasa Ramadhan. Adapun shalat, tidak dibolehkan bagi wanita yang haidh atau nifas. Serta tidak tidak diperintahkan unuk mengganti.

3. Bersenggama

Istihadhah

Yaitu: Darah yang keluar dari rahim wanita, tidak pada waktu haidh atau nifas.

Kondisi wanita yang istihadhah:

1. Memiliki masa haidh teratur sebelum terjadi istihadhah

Wanita ini dianggap suci di luar masa haidh.

2. Masa haidh tidak teratur atau darah haidh tidak bisa dibedakan.

Wanita ini diperintahkan untuk menghitung masa haidh seperti kebiasaan wanita lainnya ( 6 atau 7 hari). Ia dianggap suci di 24 hari lainnya.

3. Masa haid tidak teratur, tapi darah haid bisa dikenali.

Wanita ini dapat bersandar pada sifat darah untuk mengetahui masa haid.

Wanita yang istihadhah diperintahkan untuk mandi saat haid diperkirakan sudah selesai.

Dia diwajibkan untuk wudhu di setiap shalat.

Mencuci kemaluan sebelum wudhu dan memakai pembalut.

Hendaklah wudhu saat waktu shalat sudah tiba.

Dibolehkan bersetubuh.

Wanita istihadhah dianggap suci dan dapat melakukan ritual ibadah lainnya seperti shalat, puasa, I’tikaf, membaca dan memegang al Qur’an.

Raferensi :

Fiqih Sunnah

Fiqh Gontor

فتاوى معاصرة موقع وزارة الأوقاف المصرية

فتاوى الأزهر دار الإفتاء المصرية

فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء لأحمد بن عبد الرزاق الدويش

موسوعة الفقه الإسلامي وزارة الأوقاف المصرية

من الأحكام الفقهية في الطهارة والصلاة والجنائزلمحمد بن صالح العثيمين


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: