Oleh: subuki | Februari 11, 2012

18 Dosa Besar

Pada suatu hari ‘Amr bin ‘Ubaid berkunjung ke rumah Imam Sadiq. Setelah mengucapkan salam dan duduk, ia membaca surat An Najm 32, “(yaitu) oarng yang menjauhi kab’ir (dosa besar) dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil…: lalu ia berhenti.
Imam Sadiq bertanya, “Mengapa kamu berhenti?”
‘Amr menjawab, “Aku ingin mengetahui apa yang disebut kaba’ir dalam kitabulah”.
Kemudian Imam Sadiq menjelaskan tentang kaba’ir (dosa besar):
1.    Menyekutukan Allah
Sesungguhnya dosa yang paling besar adalah syirik, menyekutukan Allah, sebagaimana difirmankan Allah dalam surat Al-Maidah:72, “Sesungguhnya orang yang menyekutukan (sesuatu dengan ) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka…”
Dalam surat Al-Furqan:68-69 dijelaskan, “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),”
2.    Putus asa dari rahmat dan kasih sayang Allah
Dalam surat Yusuf:87, “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum kafir.”
3.    Merasa aman dari azab Allah
Dalam surat Al-Araf:99, “Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.”
4.    Durhaka kepada orang tua
Salah satu dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah adalah durhaka kepada orang tua. Durhaka kepada orang tua disebut sebagai jabbaran syaqiyya (suka memaksakan kehendak dan ceaka)
Surat Maryam:32 menjelaskan, “dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”
5.    Membunuh apa-apa yang diharamkan Allah
Membunuh apa-apa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, merupakan salah satu dosa besar sebagaimana disebu di surat An-Nisa:93, “Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” Baca juga surat
6.    Menuduh berzinah kepada perempuan yang bersih
Memfitnah seorang perempuan berzinah, merupakan orang yang dilaknat oleh Allah sebagaimana disebut dalam surat An-Nuur:23, “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar”
7.    Memakan harta anak yatim
Memakan harta anak yatim ibaratkan menelan api sampai perutnya penuh seagaiman dijelaskan dalam surat An-Nisa:10, “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara lalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”
8.    Lari dari medan perang
Lari dalam perang di jalan Allah atau berbalik membantu musuh Allah merupakan dosa yang sangat dimurkai Allah. Surat Al-Anfal:16 dijelaskan sebagai berikut: “Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.”
9.    Memakan riba
Memakan riba adalah orang yang kemasukan setan lantaran penyakit gila sebagaimana disebut dalam surat Al-Baqarah:275, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila…”
10.    Sihir
Surat Al-Baqarah:102, “…Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”
11.    Berzina
Firman Allah di surat Al-Furqan:68-69 menjelaskan, “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,”
12.    Sumpa palsu
Sumpah palsu untuk membela kedurhakaan merupakan dosa yang mendapat azab dari Allah sebagaimana disebut dalam surat Ali-Imran:77, “Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.”
13.    Berkhianat dalam urusan harta rampasan perang
Dalam surat Ali-Imran:161 dijelaskan: “Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barang siapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.”
14.    Tidak membayar zakat
At-Taubah:35 menjelaskan “pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.”
15.    Kesaksian palsu
Kesaksian palsu atau menyembunyikan kesaksian, merupakan satu dosa yang dimurkai Allah. Surat Al-Baqarah:283 menjelaskan, “…dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
16.    Minum khamar
Allah melarangnya sebagaimana Allah melarang penyembahan berhala. Al-Maidah:90, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
17.    Meninggalkan kewajiban ibadah
Meninggalkan kewajiban ibadah termasuk shalat dengan sengaja sebagaimana sabda Rasulullah “Barang siapa meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia terlepas dari perlindungan Allah dan Rasul-Nya.”
18.    Mengingkari janji
Mengingkari janji dan memutus persaudaraan dijelaskan dalam surat At-Taubah:73, “Tempat mereka ialah neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: